Ketika itu, dia masih sosok yang tak mungkin bagiku. Dengan rambut gimbalnya dia tertawa. Melihatnya seperti melihat hujan bagiku. Menenangkan dan membuatku nyaman. Bersinar dan berkilauan karena aku seseorang yang mencintai kegelapan karena itu sinarnya membuatku menuju ke arahnya. Ketika itu, kami dan kawan yang lain mendapat undangan. Undangan pernikahan kakak senior kami. Disana aku duduk di belakangnya. Disana aku melihatnya mengobrol dengan teman perempuannya dengan sangat akrab. Teman perempuannya yang ternyata teman lamanya. Disana pula aku melihatnya tertawa dan bercanda tawa. Menggoda temannya dan menggoda saudara dari temannya. Meminta nomornya dan temannya berkata kalau dia cocok dengan penampilan seperti itu. Aku ? Aku hanya melihatnya dengan senyum dengan perasaan tak enak. Setelah itu kami diajak berfoto namun seperti biasa aku menolak. Dia menghampiriku dan merayuku untuk ikut tapi aku tetap menolak. Karena perasaanku masih tak enak melihat kejadian tadi. Setelah itu kami pulang dan saat pulang salah satu temanku mengambil kunci motor yang kubawa. Aku kesal dan dia tertawa sembari berkata suruh siapa tadi menolak difoto. Jujur saja aku marah dengannya saat itu. Aku kesal. Hingga akhirnya aku sengaja tak langsung ke kampus saat itu. Ketika sampai di kampus, teman perempuanku pulang dan aku pun menaruh motor yang bukan punyaku dan beranjak pulang. Saat itu aku melihatnya di warung depan kampus dan aku akan menyebrang untuk pulang. Tapi, aku mampir ke warung untuk membeli minuman. Mungkin dia melihatku yang kesal dan bertanya apa pulangnya mau dia antarkan ? Aku kaget dan tak menjawab. Dia bertanya lagi dan aku pun menjawab ya sembari bertanya apakah dia serius. Dia bilang serius dan memintaku ikut menyebrang lagi untuk mengambil motor. Aku ingat sebelumnya dia menawarkan untuk mengantarku pulang tapi aku menolak dan memilih naik becak. Setelah itu aku naik motor bersamanya. Dia menanyakan tentang diriku. Bertanya kemana aku cerita kalau aku punya masalah. Bagaimana hubunganku dengan orang tua dan dia menceritakan tentang dirinya yang selalu cerita pada ibunya dan tentang bagaimana dia menghormati kakaknya. Aku senang, rasa marah yang tadi melandaku segera hilang. Aku hampir tak percaya bahwa dia mengantarku dan rasanya itu seperti mimpi yang tak mungkin sebelumnya.
it's me
hello, i ma azucena :) i am student who love all about cosmetics and skincare especially korean makeup and skincare and love face painting too .. i will share all about makeup and skincare, arts, food and anything :D
Our Like Page
Saturday, February 21, 2015
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment